Rabu, 07 Juli 2021

The TPNPB-OPM NEWS,. TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT ORGANISASI PAPUA MERDEKA TPNPB-OPM KODAP III NDUGAMA DARAKMA.MENOLAK DENGAN KERAS 40 PEMEKARAN DISTRIK BARU DAN 700 KEPALA KAMPUNG DI KABUPATEN NDUGA

The TPNPB-OPM NEWS

TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT ORGANISASI PAPUA MERDEKA TPNPB-OPM KODAP III NDUGAMA DARAKMA.

MENOLAK  DENGAN KERAS  40 PEMEKARAN DISTRIK BARU DAN 700 KEPALA KAMPUNG DI KABUPATEN NDUGA

Panglima kodap III Ndugama Darakma Brigadir Jenderal EGIANUS KOGEYA bersama pimpinan Markas Komando Pertahanan Kodap III Ndugama Darakma dan Seluru Jajaran nya Menolak Pelabuhan Tol Laut dan Pembangunan jalan raya Trans Wamena Ndugama serta Pemekaran Distrik baru dan Desa baru.

Penolakan Pembangunan tersebut di sampaikan  mengakiri kegiatan Upacara ulang Tahun Deklarasi Kontitusi 1 Juli 1971 di Markas Victoria Waris di Tanah Tabi untuk  Kemerdekaan Papua Barat 
Hari ini Tanggal 1 Juli 2021  sebagai hari bersejarah Kami  Generasi muda Pejuang Kemerdekaan Papua barat , Kami tetap merayakan Hari ulang Tahun Deklarasi Kontitusi Negara Republik Papua Barat tersebut di Markas Alguru ibu kota kabupaten Nduga Keneyam 

Dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh Perwira tinggi 3 Kowip dan 13 Komadan Batalion serta pimpinan Kodap .

Usai upacara hari ulang Tahun tersebut Brigadir Jenderal EGIANUS KOGEYA dan Komadan Operasi Pemne Kogeya menjampaikan  Pernyataan sikap Resmi dalam suasana  secara militer di lapangan terbuka di Markas Alguru ibu kota kabupaten Nduga Keneyam Tanggal 1 Juli 2021  dengan beberapa Pernyataan resmi sebagai berikut :

1.Kami Pimpinan Militer TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Darakma Sebagai Penanggung jawab Komando Lapangan Perang untuk menuntu Kemerdekaan Bangsa Papua Barat  Kepada Pemerintah  Kabupaten Nduga melalui Bupati Kabupaten Nduga dan  Ketua DPRD  serta  Sekda  dan SKPD Se Kabupaten Nduga bahwa :
 Segera Hentikan Loka karya pembentukan Pemekaran 40  Distrik baru dan 700  Kepala Kampung Baru.

2.Kami Pimpinan Militer TPNPB-OPM Kodap III Ndugama  Menolak hasil Rekayasa Pemerintah Indonesia melalui   Pemerintah daerah Kabupaten  Nduga memekarkan 40 DISTRIK BARU dan  700 Kepala Kampung Baru Tanpa aturan  Dari Mentri dan Dinas Bersangkuta Bupati Nduga langsung tatap Muka dengan Presiden Jokowi.

3. Kami Pasukan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Darakma kembali lagi tegaskan Pemerintah Indonesia melalui Pemerintah daerah Nduga dan Jayawijaya Wamena Segera Tarik mudur Kelompok Warga Sipil  melibatkan Pekerja bagunan Jalan Trans Wamena Ndugama Momugu  Habema.
Kami  Peringatkan  kepada Warga Sipil biasa jangan terlibat pekerja karena 
Danau Habema Lari sampai Pelabuhan Momugu Kabupaten Nduga adalah Areal Perang.

4.kepada anda Masyarakat Lokal Ndugama maupun Warga Sipil biasa lain  orang Papua  pada umumnya yang terlibat dalam Pembangunan 32 Distrik dalam terhitung sejak tanggal 1 Juli 2021 Kampi pimpinan Militer TPNPB-OPM Kodap III Ndugama akan Tetap tembak mati kan Warga Sipil yang terlibat dalam Pembangunan tersebut.

5. Kami Sudah berkali kali tolak Segala-galanya bentuk apapun Pembangunan di Tanah Papua dan Ndugama Kami Pimpinan Militer TPNPB-OPM menolak 💯% kami Mau Merdeka waktu Pembangunan Otonomi khusus Papua 20Tahun sudah habis Tanpa jejak Tahun 2021 adalah Tahun Senjata Kebebasan bukan Penghabatan Perjuangan.

6.Kepada Seluruh Warga Sipil Pengungsi  dari asal  11  Distrik Kabupaten Nduga tetap Bertahan di tempat Pengungsian masing-masing  Karena Perang Skala besar Pemboman dari Pihak militer Indonesia TNI-Polri akan terjadi di Daerah Konflik Bersenjata.

Demikian surat pernyataan Sikap Resmi dari Markas Kodap III Ndugama Darakma
Di bawa Pimpinan Militer TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Darakma Brigadir Jenderal EGIANUS KOGEYA.

Ndugama  Markas Batalyon Alguru 1 Juni 2021

Pimpinan Militer TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Darakma.

Brigadir Jenderal EGIANUS KOGEYA
===============
Panglima kodap III Ndugama Darakma

Klonel Angin Unuwe
===============.=
Wakil Panglima.

Mayor PEMNE KOGEYA
==================
Komadan Operasi Kodap.

Klonel Dabiya Gwijangge
====================
Komandan Kowip I

DanJon Armi Tabuni
================
Komadan Batalion Alguru.

Tim Editor: Awak Media The TPNPB-OPM News

AKSI SOLIDARITAS MAHASISWA DAN RAKYAT PAPUA TOLAK OTSUS JILIT ll

Demokrasi Mati dipapua.

Aksi SOLIDARITAS MAHASISWA DAN RAKYAT PAPUA  TOLAK OTSUS JILIT ll 

Dihadang oleh militer (TNI POLRI) penjaja kolonial Indonesia secara paksa 
dengan alasan tidak patuhi protokoler kesehatan (Virus Corona)  yang sedang 
meraja lelah dikalangan masyarakat.
sehingga aksi berjalan ditempat depan kampus unipa tidak sampe tempat tujuan 
kantor DPR provinsi hingga selesai.

Manokwari Papua Baratat.
7 Juli 2021

-Tolak Otsus jilit II
-Reverendum Solusi Demokrasi.

-HIDUP BEM UNIPA

Senin, 05 Juli 2021

Hari ini tanggal 6 Juli 2021, tahun bersejarah di West Papua pulau Biak 6 Juli 1998 berkibar Sampari (Bintang fajar atau kejora)., oleh Patriot Bangsa.

Hari ini tanggal 6 Juli 2021, tahun bersejarah di West Papua  pulau Biak 6 Juli 1998 berkibar Sampari (Bintang fajar atau kejora)., oleh Patriot Bangsa.

Pada tahun 1998, saat politik Indonesia mengalami goncangan akibat desakan mahasiswa dan rakyat Indonesia dan kondisi ekonomi yang memburuk, pemerintahan Orde Baru dibawah kepemimpinan Soeharto yang terkenal totaliter dan militerisme itu lengser. Setelah berkuasa selama 32 tahun. Dalam situasi yang sama gerakan rakyat Timor Timur (Timur Leste) untuk menentukan nasib sendiri melalui refendum mengemuka.

Hal itu sudah mendorong gejolak pergerakan rakyat di Papua yang lama berada di bawah tekanan berbagai operasi militer. Di berbagai wilayah rakyat menghimpun pergerakan. Kota-kota besar seperti Sorong, Timika, Merauke, Jayapura, Wamena, Nabire, Serui pergerakan semakin meluas. 

Tuntutan Papua merdeka berma dimana-mana. Dalam situasi yang sama di Biak pada Juli 1998 sekitar 500 - 100 orang terdiri dari tua, muda, laki-laki dan berkumpul di Tower Menara Air Minum Puskesmas. Rakyat menduduki lokasi itu selama hampir seminggu, mereka berkumpul disana dengan menyanyikan lagu-lagu sambil menjaga bendera Bintang Kejora berkibar di Puncak Tower. 

Namun yang diadakan dengan damai itu, tepat pada 6 Juli menjadi hari yang memiluhkan. Rakyat yang berada di sana secara sewenang-wenang ditangkap disertai pemukulan dan juga penembakan oleh gabungan Aparat Militer dan Polisi Indonesia. Atas tindakan brutal Aparat Indonesia itu tidak sedikit orang yang menjadi korban. Tidak ada disana, rumah-rumah di sejumlah wilayah kota Biak juga tidak luput dari penggeledahan dalam aksi penyisiran. 

Pengadilan yang dilakukan di Sydney, Australia pada tahun 2013 lalu menyatakan Aparat Indonesia terbukti melakukan pelanggaran, kekerasan, dan pembunuhan serta mutilasi. 

Sedangkan ELSHAM mencatat sekitar 150 orang menjadi korban. Sebagaian dari maya-mayat manusia tak berdosa itu dibuang begitu saja ke laut. Bagaimana rasanya, hal-hal seperti ini terjadi di depan mata kita. Ataupun terhadap saudaramu, orang tua ataupun adikmu? Hal itu dikisahkan oleh salah satu korban dan juga saksi mata Yuda Korwa, yang pada saat itu baru berusia 17 tahun. 

Saya melihat banyak orang dibunuh oleh mereka (militer dan polisi). Saya melihat orang-orang tua, wanita hamil dan anak-anak kecil tewas. Salah satu tentara memukul saya dengan pistol dan wajah saya penuh dengan darah. itu dan selamat selama dua hari di gorong-gorong jalan. Saya mendengar ada orang yang meminta pertolongan."

Selain Yuda Korwa, juga Eben Kirksey dan Tineke Rumkabu ketiga perempuan asli Papua ini adalah saksi mata perlakuan tidak manusiawi aparat militer dan polisi Indonesia pada waktu itu. 

Eben melihat seperti orang yang sedang bernyanyi, pasukan mulai menembak untuk dikembangkan. Orang-orang mulai berjatuhan dan sebagian lainnya berlarian. Orang-orang yang selamat digiring ke pelabuhan dan karya di kapal-kapal. Mereka bisa melihat orang mati dan karena tembakan aparat sedang dimuat ke truk. Wanita diperkosa dan dimutilasi setelah melihat teman mereka dipenggal." lanjut Eben dalam membuktikannya dikutip Tabloid Jubi.

Salah satu korban sekaligus saksi mata, Tinike pada membuktikan pertama kali mengatakan kepada teman-temannya di depan matanya. Dia sendiri mendapat siksaan mengerikan.

PROSES LAHIRNYA OTSUS PAPUA, Otonomi bukanlah niat baik pemerintah Indonesia membangun Papua.

PROSES LAHIRNYA OTSUS PAPUA

 Otsus bukanlah niat baik pemerintah Indonesia membangun Papua. Runtuhnya rezim Soeharto 1998 membuka cakrawala demokrasi bagi rakyat Papua yang selama 32 tahun tak pernah menyuarakan kekejaman NKRI.
26 Februari 1999, Tim 100 dari berbagai komponen dan elemen di Papua bertemu Presiden Habibie dalam dialog nasional. Habibie merespon aspirasi merdeka rakyat Papua dengan mengatakan pulang dan renungkan.
Dalam perenungan rakyat Papua mengadakan Mubes dan Kongres Rakyat Papua pada tahun 2000.
Jakarta tak mampu menjawab tuntutan merdeka orang Papua sebab menurut mereka tuntutan itu berat. Sehingga Jakarta memaksakan jalan tengah dengan memberikan Otonomi Khusus
Sebelum Megawati menandatangani lahirnya UU Otsus, Pemimpin besar Bangsa Papua, Theys Eluay dibunuh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Indonesia pada 10 November 2001 sebagai tumbal agar Otsus harus di berikan bagi orang Papua suka atau tidak suka. Presedium Dewan Papua sebagai Organisasi Politik yg ditunjuk untuk membawa aspirasi merdeka bangsa Papua mulai surut pasca kematian Theys sebagai pemimpin bangsa. 11 hari setelah kematian Theys, 21 November 2001, Megawati menandatangani UU No.21 Tahun 2001 setelah sebelumnya memanggil Gubernur Papua, J.P.Solossa membentuk Tim Asistensi untuk merumuskan draf UU Otsus Papua yg diketuai oleh Ir.Frans Wospakrik.
Sekitar 14 draf UU Otsus Papua ditawarkan oleh Tim Asistensi kepada Jakarta tetapi hingga draf ke 14 lah yang di terima setelah sebelumnya mengalami perdebatan alot di DPR RI sebab isi UU Otsus Papua masih dianggap berbau separatis.
Jadi sekali lagi, Otsus Papua bukanlah goodwill/niat baik Pemerintah Indonesia membangun orang Papua melainkan Otsus adalah kebijakan politik dalam menjawab aspirasi merdeka orang Papua. Otsus juga adalah bentuk konstitusional Pemerintah Indonesia untuk melegitimasi kedudukan ilegalnya diatas Tanah Papua. Otsus lahir diatas darah orang Papua. Pd prinsipnya, UU 21 Tahun 2001 adalah UU penuh darah.] http://share.babe.news/al/NFUcyFwfvR

Minggu, 04 Juli 2021

Jubir Internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Victor F Yeimo

Jubir Internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Victor F Yeimo 

Persatuan itu rangkaian strategis dari segala perbedaan gagasan dan program dari setiap orang dan kelompok. Hanya musuh yang akan menebar perselisihan sesama bangsa dan pejuang. One people One Soul itu mesti jadi sikap dan tindakan.

Ancaman pada bangsa Papua ini serius. Kalau kita hanya sibuk berselisih, musuh akan gunakan kelemahan itu menjadi peluang untuk menghancurkan kita. Papua ini darurat dan banyak yang perlu dikerjakan dari pada habiskan energi untuk tebar perpecahan.

Perbedaan jangan menjadi alasan perpecahan. Perbedaan itu basis dari hukum dialektika. Sesuatu hanya bisa benar, teruji dan sejalan melalui proses pertentangan. Kita hanya butuh kesadaran untuk mengelola perbedaan dan merangkainya secara strategis dalam perjuangan. 

Siapapun anda, mari kita kerja membebaskan bangsa kita yang sedang terancam habis. Tugas ini bukan hanya milik satu suku bangsa tetapi tugas manusia dunia yang terus berjuang melawan penindasan. 

Salam satu jiwa!
One people one soul one destiny

Karl Marx Road, Berlin

Sabtu, 03 Juli 2021

Panggilan bergabung....Panggilan bergabung....Panggilan bergabung....Gerakan rakyat Papua dan solidaritas kepada rakyat Papua untuk masuk dalam Petisi Rakyat Papua... + Update+1 Juni 2021

Panggilan bergabung....
Panggilan bergabung....
Panggilan bergabung....

Gerakan rakyat Papua dan solidaritas kepada rakyat Papua untuk masuk dalam Petisi Rakyat Papua... 

+ Update+
1 Juni 2021

Petisi Rakyat Papua (PRP) adalah alat konsolidasi persatuan sikap rakyat West Papua terhadap status Otonomi Khusus yang berakhir tahun 2021. Petisi ini didukung oleh berbagai organisasi gerakan dan elemen rakyat Papua yang bersepakat bahwa: “Konflik politik Papua versus Indonesia dan segala dimensi persoalannya tidak terselesaikan dengan Otsus jilid I, dan tidak akan pula selesai dengan memperpanjang Otsus jilid II. Sehingga, jalan terbaik yang aman, damai dan demokratis adalah "kembalikan kepada rakyat West Papua untuk Menentukan Nasibnya Sendiri". 

Telah bersatu bersama, 105 organisasi Rakyat Papua dan 3 Organisasi solidaritas untuk Rakyat Papua 
berikut ini list nama organisasi: 

1. KNPB 2. AMP 
3. GempaR-Papua
4. Garda- P (Gerakan Rakyat Demokratik Papua)
5. SONAMAPPA (Solidaritas Nasional Mahasiswa dan Pemuda Papua Barat)
6. FIM - WP (Forum Independen Mahasiswa West Papua )
7. WPNA (West Papua National Authority)
8. FNMPP (Front Nasional Mahasiswa Pemuda Papua)
9. SPMPB (Solidaritas Perempuan Melanesia Papua Barat)
10. MAI (Masyarakat Adat Independen)
11. APAP (Asosiasi Pedagang Asli Papua)
12. LEPEMAWI (Komunitas Peduli Lingkungan)
13. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN Sorong)
14. BABEOSER BIKAR
15. GP (Green Papua)
16. DAP (Dewan Adat Papua)
17. Pelajar, Mahasiswa dan Pemuda Yahukimo di Jayapura
18 AMPTPI (Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia)
19. Ikatan Mahasiswa Kaimana di Jayapura
20. Asosiasi Mahasiswa dan Pemuda Papua Barat (AMP3B)
21 Komisi somatua (komunitas Mahasiswa Independen Kabupaten Intan Jaya)
22. West Papua Interest Association/West Papua Indigeneous People (WPIA)
23. SAY (Solidaritas Anak Yalimo) 
24. FORUM KOMUNIKASI PEMUDA PELAJAR MAHASISWA SE- KAWASAN TELUK AMPIMOI (FKPPM-KATELMOI)
25.Himpunan Pelajar Mahasiswa Kwiyawagi Bersatu se-Indonesia di Jayapura
26. Himpunan Mahasiswa Kabupaten Yalimo se-Indonesia (HMKY) 
27.Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Aplim-Apom (KOMAPO) Kabupaten Pegunungan Bintang Se Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.
28. Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Meepago di Jayapura
29.Nelayan Pribumi Papua (NEPPA) kota Jayapura
30.Forum Gerakan Rakyat Bovendigul (FGR-BD)
31. Forum Komunikasi Mahasiswa Intan Jaya (FKMI) Kota Studi Nabire
32. Ikatan Mahasiswa Tambrauw- Manokwari
33. Pemuda Adat Papua 
34. Solidaritas mahasiswa Meepago di Manukwari
35. Solidaritas Mahasiswa Yalimo di Manukwari
36. Serikat Pembebasan Perempuan Papua (SP3)
37. Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah di Manukwari.
38. Ikatan Mahasiswa Tambrauw di Manukwari
39. Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Lapago
40. Serikat Perjuangan Rakyat Lapago Papua (SPRLP) 
41. Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Muslim Jayawijaya Se-Jawa dan Bali (KOSAPMAJA) 
42. Solidaritas Mahasiswa IV Kabupaten Puncak, Intan Jaya, Nduga dan TIMIKA (PINDTIM) di Manukwari
43. Forum Komunikasi Mahasiswa Intan Jaya (FKMI) Nabire
44. Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Wilayah Meepago
45 Suku besar Dani, Damal, Nduga (D3N) di Nabire
46. Suku besar Moni di Nabire
47. Suku besar Mapiha di Nabire
48. Suku besar Meepago di Nabire
49. Suku besar Yaur
50. Suku besar Yerusiam
51. Suku besar Wate
52. Suku besar Goni
53. Suku besar Sorong di Nabire
54. Suku besar Byak di Nabire
55. Suku besar Serui di Nabire
56. Suku besar Turu di Nabire
57. Suku besar Wano di Nabire
58. Orang Muda Katolik Kristus Raja (OMK KR)
59. Solidaritas Anti Rasisme Nabire
60. Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (Ipmado) di Nabire
61. Solidaritas Pelajar Nabire (SPN)
62. Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Distrik Agisiga (IPMDA) di Nabire
63. Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak (IPMP) di Nabire
64. Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IPMPT) Kampus KPG Nabire
65. Ikatan Pelajar Pegunungan Tengah (IPPT) semua sekolah se kota Nabire.
66. Komunitas Auwati di Nabire
67. IPMI
68. IKPPMME – Ekadide
69. IPPMPUT
70. IPPMPB
71. WUBWE
72. IPPMY
73. IPPMA – Agadide
74. FKMKP
75. IKPM
76. IPPMPI
77. PKBKN
78. IKBD
79. SIMAPITOA
80. Pemuda Adat Yerisiam
81. Pemuda Adat Wate
82. Keluarga Besar Sorong
83. Keluarga Besar Serui
84. Keluarga Besar Yepona
85. Keluarga Besar Mauwadide
86. Pemuda Kingmi Rayon III Timika
87. Mahasiswa Exodus wilayah Timika 
88. Suku Umum Abenaho
89. Gereja Jemaat Reformasi Papua
90. Suku besar Hupla
91. Suku besar Gessing
92. Suku besar Yali
93. Suku besar Mek
94. Suku besar Momuna
95. Suku besar Unaukam
96. Sub suku Intamaya
97. Sub suku Besse
98. Sub suku Arintap
99. Sub suku Kopkaka
100. Petani progresif
101. Pelajar dan mahasiswa wilayah adat Meepago di Semarang-Salatiga
102. Karyawan OAP di Kebun I sampai V PT. TSP (Tandan Sawita Papua kab. Keerom
103. IPMADO se-Indonesia
104. IPMAPANDODE- wilayah Makasar
105. Suku besar Yallenang
106. Solidaritas Rakyat Papua di Dogiyai
107. Komunitas PAMERRASTA Papua

*Solidaritas Rakyat Untuk West Papua*
108. Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP)
109. Front Rakyat Maubere Untuk West Papua (FRM-WP)
110. PNG's NGO and Civil Society Coalition Partners. Inc
111.TAPOL 

#PapuaLivesMatter
#NKRIPenja74h
#TolakOtsusJilidII
#PembebasanNasionalPapuaBarat
#BlackLivesMatter
#PetisiRakyatPapua
#PapuaMerdeka
#MasyarakatAdatPapua
#FreeWestPapua

Jumat, 02 Juli 2021

Tidak terasa jiwa semakin rasa, bicaranya manis tapi watak dan tindakannya pahit seperti rasa daun pepaya. Dengan rasa pahit, tetapku akan menaru banting berjuang mencapai harapan.

Tidak terasa jiwa semakin rasa, bicaranya manis tapi watak dan tindakannya pahit seperti rasa daun pepaya. Dengan rasa pahit, tetapku akan menaru banting berjuang mencapai harapan. Harapan dimana rasa pahit menhilangkan dalam kerja yang lebih keras menjadikan buah yang Manis untuk memetik kedepannya.
#hidup_kita_ibaratnya_seperti_pepaya.
📷JD_bedo_migouda

Kamis, 01 Juli 2021

KNPB WILAYAH TimikaNews_Pada kesempatan Ini adalah Hari bersejarah Bagi Papua , dimana sejak 1 July 1971 Para deklarator dibawah Pimpinan Brigjend Zet Yafet Rumkorem mendeklarasikan Kemerdekaan Bangsa Papua .

Memperingati Hari PROKLAMASI TPNPB OPM Yang ke 51 bertepat pada 1 July 2021 .

KNPB WILAYAH TimikaNews_Pada kesempatan Ini adalah Hari bersejarah Bagi Papua , dimana sejak 1 July 1971 Para deklarator dibawah Pimpinan Brigjend Zet Yafet Rumkorem mendeklarasikan Kemerdekaan Bangsa Papua .

Berikut Isi Teks Proklamasi " Kepada seluruh rakyat Papua dari Numbai sampai ke Merauke, dari Sorong sampai ke Baliem (Pegunungan Bintang), dan dari Biak sampai ke Pulau Adi.

Dengan pertolongan dan berkat Tuhan, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk mengumumkan pada anda sekalian bahwa pada hari ini, 1 Juli 1971, tanah dan rakyat Papua telah di proklamasikan menjadi bebas dan merdeka (de facto dan de jure).

Semoga Tuhan beserta kita, dan Semoga dunia menjadi maklum, bahwa merupakan kehendak yang sejati dari rakyat Papua untuk bebas dan merdeka di tanah air mereka sendiri dengan ini telah dipenuhi.

VIKTORIA 1 JULI 1971
Seth Jafet Rumkorem

Maka Rakyat Yang dapat hadir sekalipun situasi mencekam bersama KNPB wilayah Timika sebagai Media Rakyat melakukan ibadah dan Orasi Singkat dengan bertulisan : 

- Kami Rakyat Papua menolak Otsus Jilid II 
- Kami Rakyat Papua Bersama KNPB siap Wujudkan MSN 
- Kami Rakyat Papua Mendukung" Petisi Rakyat Papua ( PRP ) " 

Diakhiri dengan Yel Yel " Tolak Otsus " , Tolak PON , " Referendum Yes " dan Papua Merdeka .

Ditambahkan oleh Wakil Ketua Knpb Wilayah Timika , Yanto Awerkion bahwa ini agenda Bangsa Papua maka kami mengucapkan Bangsa Papua selamat memperingati Hari Proklasi Bangsa Papua .

Kami sudah merdeka terbukti dari Atribut Bangsa Papua yang sudah lengkap dan isi proklamator yang di Proklamirkan oleh Para dekralator , tambahnya .

Lanjut , Jubir KNPB Wilayah Timika edo dogopia , Hari ini , Hari dimana Kolonial Indonesia , Kapitalisme , Milliter Indonesia dan Milisi Merah putih serta Tanah , Alam , Bangsa Papua dan seisi Bumi Papua mengetahui Bahwa ini hari Bersejarah maka dengan penuh kerendahan hati dan semangat Juang kami tetap berada bersama Rakyat untuk memperjuangkan Keinginan dan kedambaan Rakyat Papua untuk bebas dan Merdeka .

Pada kesempatan ini Dihadiri Juga Kordinator PRP Tn. Ardy Murib mengatakan bahwa Harapan Rakyat adalah Harapan kita bersama untuk mewujudkannya , ini hari Proklamator maka dengan semangat proklamasi ini mendorong kita untuk tetap semangat , siapapun dia dan dimanapun anda berada selamat merayakannya .

Perjuangan akan tetap berlanjut , Rakyat tidak sendiri , kita tetap akan bersama rakyat menunjukkan jalan menuju kemerdekaan .

#TolakOtsus 
#TolakDob
#TolakPON
Salam Juang 
Papua Merdeka

KNPBNews__KNPB Wilayah Nabire Memperingati Hari lahirnya Proklamasi Negara Republik West Papua yang ke 50 Tahun (01 Juli 1971--- 01 Juli 2021)

KNPBNews__KNPB Wilayah Nabire Memperingati Hari lahirnya Proklamasi Negara Republik West Papua yang ke 50 Tahun 
(01 Juli 1971--- 01 Juli 2021)

Terima kasih Pahlawan Revolusi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua merdeka (TPNPB OPM) Yang telah Gugur dan yang masih Hidup Telah membuat sejarah perjuangan yang jelas. Sehingga dari generasi ke generasi Rakyat Papua memiliki sejarah perjuangan yang jelas.

Salam Revolusi kita harus menghakiri.
KNPB Nabire 01 Juli 2021

KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT(KNPB), DI WILAYAH PANIAI MEMPERINGATI 1 JULI 1971 SEBAGAI HARI BERSEJARAH BAGI BANGSA PAPUA

KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT(KNPB) WILAYAH PANIAI
MEMPERINGATI 1 JULI 1971 SEBAGAI HARI BERSEJARAH BAGI BANGSA PAPUA

Tanggal 1 Juli 1971 adalah hari Deklarasi Konstitusi Negara Republik Papua Barat di Markas Besar Organisasi Papua Merdeka [OPM] di Victoria Port Numbay_West Papua, Tanggal 1 Juli 1971 adalah dimana hari yang telah terukir sejarah Abadi bagi Rakyat Bangsa Papua Barat dan akan dikenang oleh seluruh Generasi Rakyat Bangsa Papua Barat sepanjang abad, tanggal 1 Juli 1971 adalah salah satu hari yang telah melahirkan Identitas bagi Tanah Papua dan Rakyat Bangsa Papua Barat di wilayah teritori dari Sorong _ Almasuh, tanggal 1 Juli 1971 adalah Hari Nasional bagi Rakyat Bangsa Papua Barat dan tanggal 1 Juli 1971 wajib di peringati oleh Rakyat Bangsa Papua Barat dan Masyarakat Pada umumnya yang berdomisili di wilayah Papua Barat.

Perluh ketahui Bersama rakyat Papua dan masyrakat Internasional bahwa; Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), ialah sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM). TPNPB dibentuk pada 26 Maret 1973, setelah Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat pada 1 Juli 1971 di Markas Besar Victoria. Pembentukan TPNPB adalah Tentara Papua Barat berdasarkan Konstitusi Sementara Republik Papua Barat yang didirikan pada tahun 1971 di Bab V bagian Pertahanan dan Keamanan. Sejak 2012 lewat reformasi TPN melalui KTT Militer di Byak pada tanggal, 1-5 Mei menjadi Komnas TPNPB, Jenderal. Goliath Tabuni diangkat sebagai Komandan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.

Media Nasional Rakyat Bangsa Papua Barat Komite Nasional Papua Barat [KNPB] Menyerukan Kepada seluruh Rakyat Bangsa Papua Barat dan Masyarakat Internasional yang ada di wilayah Papua Barat agar melakukan peringatan terhadap hari bersejarah ini. KNPB bersama Rakyat Papua Barat di seluruh tanah papua akan Memperingati 1 Juli 2021 dengan cara-cara bermartabat dan demokratis.

KNPB menegaskan kepada Pemerintah Republik Indonesia [NKRI] baik Exekutif, Legislatif, Yudikatif dan TNI/POLRI Khususnya di Wilayah Teitori Papua Barat dari Sorong _ Almasuh  wajib Memperingati 1 Juli 2021 sebagai Hari Lahirnya Embrio Bangsa Papua Barat sama dengan Bangsa-Bangsa lain di Dunia. Oleh karena itu Pemerintah dan TNI/POLRI tidak boleh melarang Hak Orang Asli Papua [Rakyat Sipil] dalam aktifitas memperingati 1 Juli 2021.

KNPB intruksikan Kepada seluruh Rakyat Bangsa Papua Barat dari Sorong _ Almasuh untuk memperingati 1 Juli, Kegiatan ini secara resmi doa dan puasa atau bentuk apa saja sesuiakan dengan kondisi Wilayah Masing-masing akan di Pertanggung Jawabkan oleh Lembaga atau Rumah Bangsa Papua Barat New Guinea Raad [NGR] dan New Guinea Raad Daerah [NGRD] di setiap wilayah dari Sorong_Almasuh.

KNPB menyeruhkan peringati 1 Juli 2021 karena Orang Asli Papua sangat sadar, mengerti dan tau bahwa 1 Juli adalah Hari Besar yang sebagai mana biasa di peringati oleh orang asli Papua setiap tahun berdasarkan sejarah Bangsa Papua Barat, KNPB tidak menyeruhkan sesuatu yang tidak masuk akal bagi Orang Asli Papua, untuk peringatan tanggal 1 juli bukan hal yang baru, bukan hal yang luar biasa bagi orang Papua dan bukan hal yang perlu diwaspadai oleh orang Asli Papua tetapi 1 Juli adalah Hari Wajib Bagi Orang Asli Papua yang perlu di hormati oleh yang Bukan Orang Asli Papua apapun alasannya.

Demikian Seruan Media Nasional Rakyat Papua Barat Komite Nasional Papua Barat [KNPB], atas perhatian kami sampaikan berlimpah Terima Kasih.

Perjuangan Papua Barat Benar dan Sejati akan Selalu Menyertai serta memberkati. Salam Revolusi! “Kita Harus Mengakhiri”

The TPNPB-OPM NEWS,. TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT ORGANISASI PAPUA MERDEKA TPNPB-OPM KODAP III NDUGAMA DARAKMA.MENOLAK DENGAN KERAS 40 PEMEKARAN DISTRIK BARU DAN 700 KEPALA KAMPUNG DI KABUPATEN NDUGA

The TPNPB-OPM NEWS TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT ORGANISASI PAPUA MERDEKA TPNPB-OPM KODAP III NDUGAMA DARAKMA. MENOLAK  DENGAN KER...