Jumat, 28 Mei 2021

KU MENANTIMU " Sang Fajar"Hari-hari dilalui tiada hentiBeribu tahun silih berganti Sekian lama ku menantiMimpiku yang pernah hadir dikala silamKendati sang waktu pergi,Namun ku masih menantimuKehadiranmu adalah kebahagiaankuDari hidup di bumi Pertiwi hitamSapaanku aturkanKapan sang Khalik wujud mimpikuPertanyaanku kan terus iringi langkahkuKemarin, hari ini ataupun Besok kan tanyaiKendati tak kenal tempat dan waktunyaKu menantimuKu masih merindukanLagu kerinduanku bergema menyapamuEntah di mana dan kapan kan jumpaiKehadiranmu adalah batas dari luka iniBatas dari setiap tetesan air mata negeriBatas dari setiap lumuran darahBatas dari nyanyian senduYang melagukan "Tuhan Tolong"Tak pernah kunjung akhirPenantian panjang semenjak leluhurkuTeriring memanggil bersama doaTeriringi bersama nyanyian alamMenyapa kehadiranmuBahkanDapat juga ku bawahDalam ratapan piluDi belantara rimba, rawa-rawa, pesisir pantai.Ku bernyanyiNyanyian rinduNyanyian panggilanKehadiranmu di siniDi atas tanah iniKu masih menantiKehadiranmu mimpiMimpi idola yang datang kala silamMari datang menyedot gulita iniWahai sang penerang negri Kemilaunya yang menjanji akan hidupTerus menahan rindu dalam senduKerinduan bisu masih diaksaraMelekat di dinding sanubariKehadiranmu mimpi adalah rindukuLaksana kekasih putri salju kemilauMenanti kehadiran idaman kekasihItulah Kau Sang Fajar Yang ku nantikanMari datang menyingsing gulita negriku,Mari datang menerangi rumahku ini,Rumah diantara gelapnya malamSedang diselimuti tikus-tikus tak kenalWahai fajar yang ku rindukanDatanglah ke sini selamanyaHidup di atas tanah iniKu masih menantimu Kota tua, 29 Maret 2021 Wego Wuu


KU MENANTIMU " Sang Fajar"

Hari-hari dilalui tiada henti
Beribu tahun silih berganti               
Sekian lama ku menanti
Mimpiku yang pernah hadir dikala silam

Kendati sang waktu pergi,
Namun ku masih menantimu
Kehadiranmu adalah kebahagiaanku
Dari hidup di bumi Pertiwi hitam

Sapaanku aturkan
Kapan sang Khalik wujud mimpiku
Pertanyaanku kan terus iringi langkahku
Kemarin, hari ini ataupun Besok kan tanyai
Kendati tak kenal tempat dan waktunya

Ku menantimu
Ku masih merindukan
Lagu kerinduanku bergema menyapamu
Entah di mana dan kapan kan jumpai

Kehadiranmu adalah batas dari luka ini
Batas dari setiap tetesan air mata negeri
Batas dari setiap lumuran darah
Batas dari nyanyian sendu
Yang melagukan "Tuhan Tolong"

Tak pernah kunjung akhir
Penantian panjang semenjak leluhurku
Teriring memanggil bersama doa
Teriringi bersama nyanyian alam
Menyapa kehadiranmu

Bahkan
Dapat juga ku bawah
Dalam ratapan pilu
Di belantara rimba, rawa-rawa, pesisir pantai.

Ku bernyanyi
Nyanyian rindu
Nyanyian panggilan
Kehadiranmu di sini
Di atas tanah ini

Ku masih menanti
Kehadiranmu mimpi
Mimpi idola yang datang kala silam
Mari datang menyedot gulita ini

Wahai sang penerang negri 
Kemilaunya yang menjanji akan hidup
Terus menahan rindu dalam sendu
Kerinduan bisu masih diaksara
Melekat di dinding sanubari

Kehadiranmu mimpi adalah rinduku
Laksana kekasih putri salju kemilau
Menanti kehadiran idaman kekasih
Itulah Kau Sang Fajar 
Yang ku nantikan

Mari datang menyingsing gulita negriku,
Mari datang menerangi rumahku ini,
Rumah diantara gelapnya malam
Sedang diselimuti tikus-tikus tak kenal

Wahai fajar yang ku rindukan
Datanglah ke sini selamanya
Hidup di atas tanah ini
Ku masih menantimu

                             Kota tua, 29 Maret 2021
                             Wego Wuu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The TPNPB-OPM NEWS,. TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT ORGANISASI PAPUA MERDEKA TPNPB-OPM KODAP III NDUGAMA DARAKMA.MENOLAK DENGAN KERAS 40 PEMEKARAN DISTRIK BARU DAN 700 KEPALA KAMPUNG DI KABUPATEN NDUGA

The TPNPB-OPM NEWS TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT ORGANISASI PAPUA MERDEKA TPNPB-OPM KODAP III NDUGAMA DARAKMA. MENOLAK  DENGAN KER...