KU MENANTIMU " Sang Fajar"
Hari-hari dilalui tiada henti
Beribu tahun silih berganti
Sekian lama ku menanti
Mimpiku yang pernah hadir dikala silam
Kendati sang waktu pergi,
Namun ku masih menantimu
Kehadiranmu adalah kebahagiaanku
Dari hidup di bumi Pertiwi hitam
Sapaanku aturkan
Kapan sang Khalik wujud mimpiku
Pertanyaanku kan terus iringi langkahku
Kemarin, hari ini ataupun Besok kan tanyai
Kendati tak kenal tempat dan waktunya
Ku menantimu
Ku masih merindukan
Lagu kerinduanku bergema menyapamu
Entah di mana dan kapan kan jumpai
Kehadiranmu adalah batas dari luka ini
Batas dari setiap tetesan air mata negeri
Batas dari setiap lumuran darah
Batas dari nyanyian sendu
Yang melagukan "Tuhan Tolong"
Tak pernah kunjung akhir
Penantian panjang semenjak leluhurku
Teriring memanggil bersama doa
Teriringi bersama nyanyian alam
Menyapa kehadiranmu
Bahkan
Dapat juga ku bawah
Dalam ratapan pilu
Di belantara rimba, rawa-rawa, pesisir pantai.
Ku bernyanyi
Nyanyian rindu
Nyanyian panggilan
Kehadiranmu di sini
Di atas tanah ini
Ku masih menanti
Kehadiranmu mimpi
Mimpi idola yang datang kala silam
Mari datang menyedot gulita ini
Wahai sang penerang negri
Kemilaunya yang menjanji akan hidup
Terus menahan rindu dalam sendu
Kerinduan bisu masih diaksara
Melekat di dinding sanubari
Kehadiranmu mimpi adalah rinduku
Laksana kekasih putri salju kemilau
Menanti kehadiran idaman kekasih
Itulah Kau Sang Fajar
Yang ku nantikan
Mari datang menyingsing gulita negriku,
Mari datang menerangi rumahku ini,
Rumah diantara gelapnya malam
Sedang diselimuti tikus-tikus tak kenal
Wahai fajar yang ku rindukan
Datanglah ke sini selamanya
Hidup di atas tanah ini
Ku masih menantimu
Kota tua, 29 Maret 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar